pernahkah rindu bertandang dalam jiwa tetapi ia tidak dapat dirungkaikan? pernahkah rindu bersarang dalam rasa pun ia sukar benar untuk dibugarkan? ya, saya amat merindui ranah kelahiran, Kemaman. sejak emak tercinta jatuh sakit sudah hampir dua tahun kami tidak pulang.
maka, pabila sahabat akrab Dr. Fariza Khalid berkisah tentang daerah kami dibesarkan ia sesungguhnya kenangan yang membahagiakan. terpamer di ruang mata segala bucu memori kanak-kanak yang telah ditinggalkan, terbayang di sudut hati segala renda nostalgia musim remaja yang penuh keindahan.
Kemaman, daerah kenangan yang menebarkan pengalaman. Kemaman, daerah kelahiran yang membangun rona kematangan. kami berdua, Fariza dan Kamariah dilahirkan dan dibesarkan dengan penuh kasih-sayang. justeru, walau jauh kami berlari, walau jauh kami pergi, ia sesungguhnya ranah kelahiran yang tetap terpahat dalam ingatan, dan ia sesungguhnya tidak pernah terpadamkan.
Kemaman, rindu kami yang sarat dalam qalbu yang kekadang membuatkan airmata berlinangan. ya, sebuah rindu yang tidak pernah padam walau derasnya masa berganti pergi dan datang. Rabb, moga projek keilmuan kami menyempurnakan buku bersama "Surat Dua Sahabat" akan menjadi kenyataan!
Kemaman daerah kecil namun penuh sarat dengan ingatan manis! Moga saja niat murni kita direstuiNya! :))
ReplyDelete